3 MITOS TENTANG MADU, INI FAKTANYA!

Saat ini semakin terkenalnya madu sebagai suplemen yang bermanfaat bagi tubuh, semakin banyak juga mitos tentang madu yang beredar di masyarakat. Mulai dari cara membuktikan keaslian madu, cara memakan madu yang benar, seperti apa khasiatnya, hingga bagaimana cara mengukur kualitas madu.

Nah untuk itu, Yuk kita cari tau apasaja sih Mitos madu yang beredar di masyarakat dan kira-kira seperti apa fakta dibalik dari mitos madu yang banyak beredar. Penjelasan tentang madu ini kami kutip dari KompasTravel yang berkesempatan bertemu pengusaha madu di Flores Timur, NTT pada tahun 2018 lalu.

Ia menerangkan beberapa mitos madu yang beredar di masyarakat. Ada yang benar, tetapi tidak sedikit yang perlu diluruskan.

1. Madu yang disemuti, berarti madu palsu

Pendapat ini sudah sering sekali kita dengar dikalangan masyarakat luas. Banyak yang percaya bahwa madu palsu adalah madu yang disemuti, atau dikerubungi oleh banyak semut. Nah, yang satu ini adalah MITOS ya, sobat madu. Faktanya, semut bisa saja menyukai madu dan juga bisa tidak. Jadi sangat wajar apabila ada madu yang disemuti, dan tidak bisa dikatakan bahwa madu itu palsu.

2. Madu cair berarti, madu oplosan

Cair atau tidaknya madu terlihat dari kadar air di dalamnya. Jika melebihi 19 persen akan terlihat lebih encer. Namun kadar air tinggi bukan berarti madu tersebut dioplos dengan air. Seperti madu ternak yang bersarang di dalam kotak stup, sarang lebah bisa diatur tingkat kelembapannya, bahkan kadar air dari pakan dari lebah itu sendiri. Kadar air pun berpengaruh pada mitos-mitos lain.

 

Nah sekali lagi, hal ini adalah MITOS. Seperti madu asli tidak bisa tembus tisu, koran, ataupun kertas lainnya.

 

Yuk baca artikel lainnya tentang : Benarkan Ibu Hamil Tidak Boleh Konsumsi Madu?

3. Semakin keruh madunya, maka semakin bagus

Kira-kira benarkah pernyataan di atas?, yuk kita simak. Mitos ini justru terbalik 360 derajat dari kebenarannya. Para pakar mengatakan, madu yang keruh berarti tercampur dengan zat-zat atau mikroba lain yang ada di dalam sarang madu. Banyak zat di luar madu yang menyatu membuat madu keruh dan dalam waktu minimal enam bulan akan terjadi fermentasi. Hal tersebut menurutnya sangat menurunkan kualitas madu, membuat madu mudah basi, dan merusak ekosistem lebah.

Nah itu tadi penjelasan-penjelasan tentang Mitos madu yang banyak beredar di masyarakat. Menurut kamu adakah mitos tentang madu yang lainya? Jika ada, tulis dikomentar ya…

Source : KompasTravel.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja